Kejaksaan Tinggi Sulsel Menetapkan dan Menahan 5 Tersangka Korupsi Fasilitas Kredit KUR/KUPEDES di BRI Unit Mappasaile Kab. Pangkep 2018-2021

0

Makassar, 22 Mei 2023 - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah menaikkan status lima orang saksi menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan pemberian fasilitas kredit KUR/KUPEDES di BRI Unit Mappasaile, Kabupaten Pangkep, selama periode tahun 2018 hingga 2021. Penetapan tersangka ini dilakukan oleh Penyidik Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.


Kelima tersangka yang ditetapkan adalah FF, seorang mantri di BRI unit Mappasaile, serta tiga orang swasta yang berperan sebagai calo, yaitu H, MS, SM, dan S. Penetapan tersangka ini berdasarkan surat penetapan tersangka yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dengan nomor 128/P.4/Fd.1/05/2023 untuk tersangka FF, nomor 133/P.4/Fd.1/05/2023 untuk tersangka H, nomor 134/P.4/Fd.1/05/2023 untuk tersangka MS, nomor 135/P.4/Fd.1/05/2023 untuk tersangka SM, dan nomor 136/P.4/Fd.1/05/2023 untuk tersangka S.


Tersangka FF diduga bekerja sama dengan tersangka H, MS, SM, dan S dalam melakukan tindak pidana korupsi. Penyidik mendapatkan minimal dua alat bukti yang sah, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, sehingga kelima tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum penahanan dilakukan, para tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, yang menyatakan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi COVID-19.


Penahanan terhadap tersangka FF, H, MS, SM, dan S dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Tersangka-tersangka ini ditahan selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar untuk tersangka laki-laki, dan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas 1 Makassar untuk tersangka perempuan.


Kasus ini bermula dari kegiatan pemberian fasilitas kredit KUR/KUPEDES di BRI Unit Mappasaile. Tersangka FF selaku mantri diduga menerima pengajuan kredit dari calo, yaitu tersangka H, dengan menggunakan nama orang lain. Tersangka H kemudian menghubungi warga terdekat untuk mengajukan kredit dengan imbalan uang. Tersangka H juga mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan kredit, seperti kartu identitas palsu, slip gaji palsu, dan dokumen pendukung lainnya.


Setelah menerima pengajuan kredit, tersangka FF diduga memproses permohonan tersebut tanpa melakukan verifikasi yang cukup. Hal ini memungkinkan tersangka H, MS, SM, dan S untuk mendapatkan fasilitas kredit secara tidak sah. Dalam beberapa kasus, tersangka FF juga diduga menerima sejumlah uang dari calo sebagai imbalan atas bantuannya dalam memperoleh kredit.


Penyidik telah melakukan penggeledahan di BRI Unit Mappasaile dan rumah-rumah tersangka untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lebih lanjut terkait kasus ini. Proses penyidikan masih berlangsung, dan pihak kejaksaan akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta penguatan alat bukti untuk mengungkap fakta-fakta yang lebih jelas.


Kasus dugaan korupsi ini sangat merugikan negara dan merugikan masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan akses kredit secara adil dan transparan. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk memberantas korupsi dan memastikan bahwa pelaku korupsi diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.


Kepolisian dan kejaksaan sering bekerja sama dalam penyelidikan dan penuntutan kasus korupsi untuk memastikan keadilan dilakukan dan tindak pidana korupsi dapat diungkap dengan baik. Dalam hal ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bertanggung jawab untuk melanjutkan proses hukum dan memastikan bahwa tersangka diperiksa secara menyeluruh dan adil, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.


Demikianlah informasi terkait penanganan kasus korupsi di BRI Unit Mappasaile oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini dapat diikuti melalui pemberitaan media massa atau sumber resmi terkait penegakan hukum.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)