Tim Penuntut Umum Kejati Sulsel Hadirkan 12 Saksi untuk Mengungkap Kasus Korupsi Dana PDAM Kota Makasar

0

 


Makassar - Pada hari Senin tanggal 13 Juni 2023, lanjutan sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar di Pengadilan Negeri Makassar. Tim Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, yang terdiri dari Muhammad Yusuf, SH.MH., Dr. Mudazzir Munsyir, SH.,MH., Abdullah, SH.MH, Kamaria, SH.,MH., Sulwahidah,SH.,MH, dan Ariani Femi, SH.,MH, hadir di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.


Penuntut Umum Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan alat bukti saksi. Penuntut Umum telah memanggil 12 orang saksi guna membuktikan dakwaan terhadap Ir. H. Haris Yasin Limpo, MM., dan Irawan Abadi, SS., M.Si., yang merupakan terdakwa dalam kasus ini.


Dalam surat dakwaan, Penuntut Umum menyatakan bahwa Ir. H. Haris Yasin Limpo, MM., dan Irawan Abadi, SS., M.Si., diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana PDAM Kota Makassar untuk pembayaran tantiem dan bonus/jasa produksi pada tahun 2017 hingga 2019, serta premi asuransi dwiguna jabatan walikota dan wakil walikota pada tahun 2016 hingga 2019. Mereka didakwa dengan pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. pasal 64 ayat (1) KUHP. Selain itu, terdakwa juga didakwa dengan pasal 3 jo. pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. pasal 64 ayat (1) KUHP.


Dampak dari perbuatan terdakwa ini adalah kerugian keuangan daerah kota Makassar, khususnya PDAM Kota Makassar, sebesar Rp. 20.318.611.975,60. Untuk membuktikan dakwaan tersebut, Penuntut Umum menghadirkan 12 orang saksi di persidangan.


Para saksi yang dihadirkan adalah Ir. KB (Direktur Keuangan Tahun 2015 hingga Agustus 2017), H. AA (Direktur Keuangan 17 Februari Tahun 2020 hingga sekarang), Drs. AH (Mantan Direktur Umum Tahun 2018 hingga 2019), Dr. HA (Plt Dirut PDAM Tahun 2019), TP (Plt Direktur Keuangan 2019 dan SPI Tahun 2020), Ir. AY (Plt Direktur Umum Oktober 2019 hingga Februari 2020), W (Direktur Teknik Oktober 2019 hingga Februari 2020), H.SS (Dewan Pengawas 2016 hingga 2018), Dr. NI (Dewan Pengawas 2016 hingga 2018), Hj.SU (Dewan Pengawas 2017 hingga 2020), MAB (Dewan Pengawas PDAM), dan Ir. RM (Dewan Pengawas 2018).


Proses pemeriksaan terhadap 12 orang saksi tersebut berlangsung hingga pukul 21.30 Wita. Majelis Hakim kemudian menunda persidangan hingga hari Kamis, tanggal 15 Juni 2023, dengan agenda memberikan kesempatan kepada Penuntut Umum untuk menghadirkan alat bukti saksi lainnya.


Sidang ini diharapkan dapat mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana PDAM Kota Makassar.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)