Persidangan Kasus Korupsi Penetapan Harga Pasir Laut Takalar: Penuntut Umum Hadirkan 4 Saksi, Persidangan Ditunda

0

 

Makassar, 5 Juni 2023 - Hari ini, Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Sri Suriyanti SH., MH., Dr. Andi Irfan Hasan, SH. MH., Lisken SH. MH., Andi Satrani, SH. MH., Dr. Nining, SH. MH., dan Anggi SH. MH. (Kasi Pidsus Takalar), menghadirkan empat orang saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar. Persidangan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan penetapan harga jual pasir laut di Takalar pada tahun 2020. 


Penuntut Umum mendakwa Gazali Machmud, ST, MAP (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar Tahun 2020) dengan dakwaan utama Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP, serta dakwaan subsider Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dalam dakwaan tersebut, Gazali Machmud diduga telah merugikan negara/daerah Kabupaten Takalar sebesar Rp. 7.061.343.713 (tujuh miliar enam puluh satu juta tiga ratus empat puluh tiga ribu tujuh ratus tiga belas rupiah).


Dalam persidangan hari ini, empat orang saksi dihadirkan oleh Penuntut Umum sebagai alat bukti. Mereka adalah saksi inisial AU, seorang ASN Staf Sekretariat Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan; saksi inisial A, seorang ASN Staf Bidang Akuntansi dan Pelaporan BPKD Kabupaten Takalar; saksi inisial D DA, seorang ASN Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan; dan saksi inisial S, seorang ASN Sekretaris Lurah Kelurahan Pa'Bundukang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar.


Setelah memeriksa keempat saksi tersebut, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan hingga hari Selasa, 6 Juni 2023. Pada persidangan berikutnya, agenda yang akan dilakukan adalah pembuktian, di mana Penuntut Umum akan diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi-saksi lain sebagai alat bukti dalam kasus ini.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)