Ribuan Guru Gelar Aksi Unjuk Rasa di DPRD Toraja Utara Menuntut Klarifikasi Terhadap Tuduhan Merosotnya Kualitas Pendidikan

0

  


Rantepao, 8 Juni 2023 - Sebanyak ribuan guru dari berbagai sekolah di Toraja Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Toraja Utara pada hari ini. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap rekomendasi DPRD Toraja Utara terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Toraja Utara tahun 2022, yang dinilai tidak sesuai kenyataan oleh para guru.


Aksi unjuk rasa ini juga merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Toraja Utara dan mahasiswa peduli Toraja Utara beberapa waktu yang lalu di kantor Bupati dan DPRD Toraja Utara. Para guru menolak tegas tuduhan yang menyebut bahwa kualitas pendidikan di Toraja Utara sudah mengalami penurunan signifikan.


"Satu pelecehan bagi guru-guru di Toraja Utara kalau ada pernyataan sikap bahwa pendidikan di Toraja Utara sekarang ini sudah di bawah papan. Kami mau mengklarifikasi apa bukti pernyataan itu? Jangan hanya pandai bicara, tapi sedikit kerja," tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.


Menurut orator tersebut, para guru di Toraja Utara merasa terlecehkan oleh pernyataan yang dilontarkan oleh mahasiswa dalam aksi sebelumnya dan elemen-elemen lain yang menyebut bahwa pendidikan di daerah tersebut merosot. Mereka mengajukan pertanyaan kepada pihak yang membuat tuduhan tersebut untuk memberikan bukti konkret mengenai klaim tersebut.


Sebelum menuju ke Kantor DPRD, ribuan guru terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Bakti Rantepao. Kemudian, mereka melaksanakan longmarch menuju Kantor DPRD Toraja Utara. Di sana, para guru melakukan orasi dan membacakan pernyataan sikap terkait tuntutan mereka. Namun, aksi tersebut terhenti sejenak akibat hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut.


Meskipun terjadi hujan, perwakilan guru yang terdiri dari puluhan orang diizinkan masuk ke ruang paripurna DPRD untuk menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Toraja Utara. Sementara sebagian besar guru lainnya memilih untuk pulang karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.


Proses penyampaian aspirasi dan dialog antara perwakilan guru dengan anggota DPRD berlangsung hingga pukul 16.00 Wita. Para guru berharap bahwa tuntutan mereka akan mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang serta adanya klarifikasi mengenai tuduhan merosotnya kualitas pendidikan di Toraja Utara.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPRD Toraja Utara terkait tuntutan para guru. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat mengupayakan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan di Toraja Utara agar daerah ini dapat bersaing dengan daerah lain di Sulawesi Selatan maupun di Indonesia secara umum.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)