Pemda Tana Toraja Arahkan Petani Atur Waktu Tanam untuk Mengantisipasi Ancaman El Nino

0

 


TANA TORAJA - Pemerintah Daerah Tana Toraja melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) telah mengambil langkah strategis untuk menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2023. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Tana Toraja, Adisty, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan dampak musim kemarau yang disebabkan oleh fenomena El Nino.

Salah satu langkah penting yang diambil oleh Pemerintah Daerah adalah memperbaiki sistem irigasi. "Kalau untuk Toraja sendiri sebatas itu tadi, diperbaikan jaringan irigasi, menambah sistem irigasi," ungkap Adisty kepada TribunToraja.com.

Dalam rangka memberikan dukungan dan bantuan kepada para petani, Dinas Pertanian juga melakukan penampingan dan penyuluhan tentang pengaturan waktu tanam kepada kelompok tani. Penyuluhan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa waktu tanam yang tepat akan mengoptimalkan penggunaan air yang tersedia.

"Kita arahkan petani untuk mengatur waktu tanam agar kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik," ucap Adisty. Selain itu, DPKPP juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani untuk mengoptimalkan penggunaan mesin-mesin pertanian, serta memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan obat-obatan.

Adisty juga menekankan pentingnya pelaporan kekeringan oleh kelompok tani kepada petugas jika terjadi di lahannya. Dengan demikian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan bisa segera turun memantau lokasi dan mengambil tindakan yang diperlukan, mengingat serangan hama cenderung lebih tinggi selama musim kemarau.

Seperti yang telah diketahui, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya di Samudera Pasifik bagian tengah. Hal ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan di wilayah tersebut dan mengurangi curah hujan di Indonesia, memicu kondisi kekeringan. Oleh karena itu, irigasi yang baik dan efisien menjadi sangat penting untuk menghadapi ancaman El Nino.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, pada tanggal 22 Juli 2023, telah dilakukan rapat koordinasi di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Rapat tersebut membahas berbagai aspek, termasuk ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, dan alsintan (alat dan mesin pertanian), serta percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan.

Adisty mengungkapkan hasil dari rapat tersebut, "Jadi untuk Sulsel sendiri, ada kesepakatan penambahan areal tanam baru di lima provinsi. Di Sulsel, ada 1.000 hektare sawah yang akan ditanami padi, dan untuk Tana Toraja sementara kita data."

Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Daerah Tana Toraja, diharapkan bahwa petani dan wilayah tersebut dapat menghadapi tantangan El Nino dengan lebih baik dan meminimalkan dampaknya pada produksi pertanian dan ketahanan pangan. Kesiapan dan koordinasi antara pemerintah dan kelompok tani menjadi kunci dalam menghadapi fenomena alam yang potensial menyebabkan kondisi kekeringan ini.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)