Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Mengajarkan Mahasiswa Baru UNHAS Tahun 2023 Materi "Generasi Anti Korupsi"

0


Makassar, Senin (14/08/2023) - Universitas Hasanuddin (UNHAS) menjadi saksi dari sebuah inisiatif edukatif yang sangat berarti dalam upaya memerangi korupsi di Indonesia. Pada hari Senin kemarin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNHAS Tahun 2023. Bertempat di JK Arenatorium/Gelanggang Olah Raga (GOR) kampus tersebut, acara ini menjadi forum penting untuk mengedukasi para mahasiswa baru mengenai "Generasi Anti Korupsi."


Materi tersebut disajikan dengan sangat mendalam oleh Leo Simanjuntak di hadapan lebih dari 8.700 mahasiswa baru yang hadir. Dalam ceramahnya, Leo Simanjuntak menyoroti pentingnya mengubah paradigma masyarakat Indonesia terkait masalah korupsi. Ia mengatakan bahwa korupsi bukan hanya mengakibatkan kerugian finansial bagi negara, tetapi juga dampak sosial yang merugikan masyarakat secara tidak langsung. Leo Simanjuntak menyebutkan bahwa kondisi penanganan dan pemberantasan korupsi di Indonesia masih memerlukan banyak perbaikan.


Leo Simanjuntak juga menyoroti sejarah korupsi di Indonesia, menyebutkan bahwa masalah ini tampaknya telah menjadi bagian dari budaya bangsa. Ia mengutip pernyataan Muhammad Hatta, salah satu tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, yang menyebutkan bahwa korupsi telah menjadi kebiasaan dan budaya dalam masyarakat. Leo Simanjuntak menegaskan bahwa pola pemberantasan korupsi di Indonesia melibatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum dengan menggunakan sarana penal.


Dalam menjelaskan pentingnya upaya pencegahan, Leo Simanjuntak mengutip program-program kampanye anti korupsi, termasuk program "kantin anti korupsi" yang pernah diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ia menyoroti kurangnya kesuksesan dalam membudayakan perilaku anti koruptif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Leo Simanjuntak percaya bahwa generasi muda memiliki peran krusial dalam perubahan positif dan menjadi agen perubahan dalam mengatasi korupsi.


Dengan pendidikan anti korupsi yang ditanamkan sejak dini, generasi muda diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam budaya anti korupsi di masa depan. Leo Simanjuntak berharap bahwa upaya ini dapat membantu mencegah tindak pidana korupsi yang melanda Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Leo Simanjuntak juga menekankan pentingnya peran Kejaksaan dalam melakukan penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, sebagai bagian dari upaya pencegahan.


Acara kuliah umum ini memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya membangun generasi anti korupsi di Indonesia. Diharapkan bahwa melalui pendidikan, kesadaran, dan tindakan nyata, generasi muda dapat memainkan peran utama dalam mewujudkan perubahan positif dalam upaya pemberantasan korupsi di negara ini.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)