Anak 3 Tahun di Toraja Utara Digigit Anjing, Langsung Diberikan VAR

0


Rantepao - Seorang anak usia 3 tahun di Tagari, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, digigit anjing tetangga rumahnya. Kejadian kemarin, Rabu (23/8/2023).


Akibat gigitan itu, sang balita mengalami luka di bokong dan juga tergores di lehernya.


Keluarga langsung membawa ke Puskesmas Rantepao untuk mendapatkan perawatan medis. Karena dikhawatirkan akan terkena rabies atau sakit anjing gila.


Seorang petugas medis di Puskesmas Rantepao membenarkan hal itu.


"Iya benar, ada keluarga yang mengantarkan anaknya ke sini," ucapnya kepada tribuntoraja.com, Kamis (24/8/2023).


"Sudah langsung diberikan Vaksin Anti Rabies atau VAR.Dari hasil observasi sementara untuk anak tersebut dalam kondisi cukup baik," tuturnya.


Ia menambahkan bahwa keluarga pasien diarahkan untuk melanjutkan perawatan ke puskesmas terdekat dari rumahnya.


"Kebetulan mereka berdomisili di Tagari, jadi diarahkan ke PKM Tallunglipu dan sementara keluarga anak tersebut sedang ditangani dan diarahkan oleh tenaga medis setempat, tinggal mengikuti arahan dari mereka," jelasnya.


Diketahui bahwa kasus rabies di Toraja Utara terbilang paling tinggi di Sulawesi Selatan. Hingga semester 1 tahun 2023, terdapat tiga kasus rabies yang berujung pada kematian.


Kasus tersebut tercatat dalam rentang waktu dua bulan, Mei-Juni 2023.


Berdasarkan data lima tahun terakhir dari 2018-Mei 2023, jumlah kasus gigitan hewan yang menderita rabies sudah 5.000an.


Hampir 40 persen kasus gigitan hewan penular rabies terjadi pada anak-anak dan 98 persen penyakit rabies ditularkan melalui gigitan anjing.


Hanya 2 persen penyakit tersebut ditularkan melalui kucing dan kera. Rabies bersifat 99 persen fatal jika gejala sudah muncul.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)