Protes Masyarakat Tana Toraja Terkait Pelayanan Disdukcapil yang Lamban

0

  


Senin (28/8/2023), antrian panjang memenuhi area pos pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tana Toraja. Antrean ini terjadi mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 11.00 Wita di depan kantor Disdukcapil Tana Toraja, yang berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin No 3 Makale.

Salah seorang warga yang bernama April, mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa warga lainnya diminta untuk menunggu di luar kantor. Bahkan, ia mengklaim bahwa salah satu pegawai menolak untuk mengurus berkasnya.

Menurut April, "Saya sudah mengantri sejak pagi bersama keluarga saya. Kemudian, salah seorang pegawai mengatakan kepada kami untuk menunggu karena mereka sedang latihan untuk suatu lomba, meskipun jenis lomba tersebut tidak dijelaskan dengan pasti."

Ketidakpuasan juga dilontarkan April terhadap sistem pelayanan Disdukcapil Tana Toraja. Ia menyatakan, "Dinas ini seharusnya melayani publik, mengapa pelayanannya seperti ini? Jika mereka memang ingin mengikuti lomba, seharusnya latihan dilakukan bergantian atau pada saat istirahat, bukan saat jam pelayanan kepada masyarakat. Kami sebagai warga merasa tidak dihargai."

April juga menunjukkan bahwa kelambanan pelayanan Disdukcapil Tana Toraja telah menjadi masalah berulang. "Tidak tepat waktu dalam pelayanan dari dinas ini (Disdukcapil) bukanlah hal baru, ini bukan kali pertama terjadi," ungkapnya.

Dia juga menyarankan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Tana Toraja, terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, mematuhi standar operasional prosedur yang ada. "Ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di perusahaan swasta, apalagi di lembaga pelayanan publik milik pemerintah. Mengapa pelayanannya malah seperti ini?" tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak jurnalis dari Tribun Toraja masih berusaha menghubungi Disdukcapil Tana Toraja, namun belum ada tanggapan yang diterima.

Keluhan mengenai pelayanan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tana Toraja sebelumnya juga telah mencuat. Seorang warga bernama Berta Singgi, yang berasal dari Kelurahan Balla, Kecamatan Bittuang, mengungkapkan kekecewaan dan penyesalannya terhadap pelayanan Disdukcapil. Berta harus mengantri selama berjam-jam ketika ia mengunjungi kantor Disdukcapil.

Berta menjelaskan, "Kami datang untuk urusan ini sejak kemarin sampai setengah hari, tetapi kami harus pulang dengan tangan hampa karena kami tidak tahu bahwa kami harus membawa ijazah terlebih dahulu." Ia juga menunjukkan bahwa jarak yang harus ditempuh dari tempat tinggalnya di Bittuang ke kantor Disdukcapil mencapai sekitar 50 kilometer dengan waktu perjalanan dua jam.

Pelayanan administrasi seperti KTP elektronik (E-KTP), Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran dianggap sebagai kebutuhan dasar yang diperlukan untuk mendapatkan layanan administrasi pemerintah. Berta menyatakan bahwa memiliki dokumen-dokumen tersebut adalah suatu keharusan, karena banyak pelayanan yang memerlukannya seperti BPJS atau urusan lainnya.

Mama Rahel, seorang warga lainnya dari Mengkendek, juga mengungkapkan keluhan serupa. Ia mengunjungi Disdukcapil untuk mengurus KK anaknya. Menurutnya, pegawai Disdukcapil terkadang memilih siapa yang akan dilayani.

Masalah pelayanan lamban dari Disdukcapil Tana Toraja tampaknya telah menjadi isu yang mempengaruhi banyak warga, yang mengharapkan perbaikan dalam sistem dan respons yang lebih cepat dari dinas tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)