Putusan Pidana 8 Tahun bagi Terdakwa Korupsi Hilangnya 500 Ton Beras di Gudang Bulog Pinrang

0


Makassar, 31 Agustus 2023 - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kelas 1A Makassar telah menjatuhkan putusan pidana terhadap tiga terdakwa dalam kasus korupsi yang melibatkan hilangnya 500 ton beras di Gudang Lampa Bulog Pinrang. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Penuntut Umum telah membacakan tuntutan pidana terhadap ketiga terdakwa.


Terdakwa pertama, Irpan, yang merupakan CV Sabang Merauke Persada, dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2021 tentang perubahan Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Irpan dihukum penjara selama 8 tahun, denda sebesar Rp. 500.000.000 subsider 6 bulan kurungan, dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 2.000.624.450 subsider pidana penjara selama 4 tahun.


Terdakwa kedua, Muh. Idris, mantan kepala gudang Bulog Pinrang, juga dinyatakan bersalah atas pelanggaran yang sama dan dihukum penjara selama 8 tahun, denda Rp. 500.000.000 subsider 6 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 2.442.050.000 subsider pidana penjara selama 4 tahun.


Terdakwa ketiga, Radityo Putra Sikado, mantan pimpinan cabang Pinrang, juga dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman yang sama dengan terdakwa Irpan dan Muh. Idris, yaitu penjara selama 8 tahun, denda Rp. 500.000.000 subsider 6 bulan kurungan, dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp. 558.439.000 subsider pidana penjara selama 4 tahun.


Majelis Hakim menyatakan bahwa perbuatan ketiga terdakwa telah melanggar hukum dan merugikan negara dalam kasus ini. Keputusan ini merupakan bentuk penegakan hukum yang tegas terhadap tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)