Sawah Warga di Tana Toraja Kering Kerontang Dikoyak El Nino

0

  


Dampak kemarau panjang serta kekeringan akibat fenomena El Nino kian terasa di berbagai wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Tana Toraja.


Fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023 menjadi kali pertama sejak tiga tahun terakhir.


Pantauan tribuntoraja.com di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (8/9/2023), terlihat lahan sawah warga kering kerontang.


Tanah lahan sawahnya tidak lagi gembur, namun kering, pecah, dan berdebu sehingga tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam.


Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tana Toraja, Adisty, mengatakan, dampak kekeringan pada lahan pertanian memang sudah mulai merata, terlebih pada persawahan.


Salah satu penyebabnya dikarenakan sawah yang digunakan di Kabupaten Tana Toraja kebanyakan merupakan sawah tadah hujan.


“Dapat dikatakan dampak kemarau panjang serta kekeringan akibat fenomena El Nino ini sudah mulai merata, terlebih pada lahan pertanian seperti sawah milik warga,” ucap Adisty saat dikonfirmasi, Sabtu (9/9/2023).


“Kita di Kabupaten Tana Toraja ini termasuk rentan jika menyangkut persawahan dikarenakan sebagian besar merupakan sawah tadah hujan,” imbuhnya.


Sawah tadah hujan merupakan jenis sawah sistem perairannya sangat bergantung pada hujan, di mana penanaman padi dimulai ketika memasuki musim penghujan.


Sawah tadah hujan tidak dilengkapi bangunan-bangunan irigasi permanen dan merupakan lumbung padi kedua setelah lahan sawah irigasi.


DPKPP Kabupaten Tana Toraja sebelumnya memang sudah mengantisipasi hal ini dengan mengadakan serta memperbaiki jaringan irigiasi yang ada.


“Pencegahan sebenarnya sudah kami lakukan sesuai arahan pusat yaitu dengan mengadakan serta memperbaiki jaringan irigasi yang ada,” lanjut Adisty.


Kementerian Pertanian juga telah menggelar rapat koordinasi antisipasi El Nino bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di Hotel Four Points, Kota Makassar, 22 Juli 2023 lalu.


“Jadi memang dari Kementerian ada beberapa kali pertemuan koordinasi terkait menghadapi dampak El Nino, kemarin ada di Makassar pertemuan antisipasi dan adaptasi dampak El Nino,” lanjut Adisty.


Adisty menyebut, dalam rapat tersebut dibahas mengenai ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, dan alsintan serta percepatan tanam.


“Itu dibahas mengenai ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, dan alsintan serta percepatan tanam dilakukan untuk mengejar sisa hujan,” tandasnya.


Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)