Toraja Darurat Karhutla, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Air dan Tidak Bakar Lahan

0

 


Toraja - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Toraja, menyampaikan mitigasi yang dapat dilakukan selama masa status tanggap darurat yakni dengan menghemat air dan tidak melakukan pembakaran lahan.

“Miitigasi yang dapat dilakukan adalah melakukan penghematan air dan tidak melakukan pembakaran lahan, karena hal ini dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali,” ucap Prakirawan BMKG Toraja, Muhammad Alfaridzi, kepada Tribun Toraja saat dihubungi Selasa (17/10/2023) sore Wita.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyatakan status tanggap darurat selama 30 hari sejak 29 September hingga 28 Oktober 2023.

Hal itu tertuang dalam surat edaran bernomorkan 360/11459/BPBD dan ditandatangani Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin

Status tanggap darurat ini merespons fenomena El Nino yang mengakibatkan sebagian besar wilayah Sulsel terkena dampak kekeringan meteorologis.

Kekeringan meteorologis dalam surat edaran dikatakan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gagal panen, dan kesulitan air bersih, sehingga dapat mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Untuk karhutla sendiri di Tana Toraja berdasarkan data terkahir Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI ) Wilayah Sulawesi sudah terjadi sebanyak 16 kali sepanjang 2023, 14 di antaranya pada musim kemarau.

Dan pada Senin (16/10/2023), dua karhutla kembali terjadi berentetan di lokasi yang berbeda. Karutla terjadi di Kelurahan Mebali, Kecamatan Gandang Batu Silanan, dan di Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek.

Menurut BMKG, musim penghujan baru akan terjadi pada pertengahan November 2023 nanti untuk wilayah Sulsel, khusunya Toraja (Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara).

“Hal ini sebagai dampak dari masih aktifnya El Nino, sehingga musim hujan di Toraja mengalami kemunduran. Efek lain dari El-Nino adalah wilayah Toraja dalam keadaan kering, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat,” pungkasnya. 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)