15 Meninggal dalam Lakalantas di Toraja Utara

0

  


Toraja - 66 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Toraja Utara sepanjang tahun 2023.


Korban meninggal 15 orang, 3 luka berat dan 86 luka ringan.


Kerugian materiil akibat lakalantas tercatat Rp234,7 juta.


Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Marsuki, memaparkan jumlah lakalantas tahun 2023 menurun 6 persen dibandingkan 2022.


"Alhamdulillah kasus lakalantas tahun ini menurun 6 persen dari kasus tahun lalu. Lakalantas di 2022 sebanyak 70 kasus, sementara tahun ini (2023) ada 66 kasus," papar Marsuki.


Adapun kasus lakalantas yang tercatat pada tahun 2022 sebanyak 70, dimana 21 orang meninggal dunia, 106 orang luka ringan, 2 orang luka berat, dan total kerugian mencapai Rp 204,8 juta.


Guna menekan angka lakalantas, lanjut Marsuki, pihaknya akan terus menggenjot kegiatan-kegiatan preventif, yang menyasar pengendara kendaraan bermotor khususnya pengendara di bawah umur.


"Faktor-faktor yang seringkali menyebakan lakalantas itu dari pengendaranya, kendaraannya, dan kondisi jalannya. Khususnya pengendara di bawah umur, yang memakai kendaraan yang tidak standar atau kurang layak, di jalanan yang rawan lakalantas. Kan besar resikonya kalau begitu," tambahnya.


"Untuk tindakan preventifnya, kami lakukan 3 program utama. Pemasangan himbauan berupa spanduk ditempat yang sering lakalantas, memberikan penyuluhan kamsel di sekolah-sekolah setiap hari Senin, serta menggelar operasi rutin bagi pengendara di jalan raya," bebernya.


Iptu Marsuki juga menghimbau masyarakat Toraja Utara untuk tertib berlalu lintas, mematuhi aturan yang ada, menggunakan perlengkapan standar saat berkendara, dan melengkapi kendaraan dengan perlengkapan sesuai standar.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)