Sampah APK Pemilu 2024 di Tana Toraja Tidak Langsung Didaur Ulang

0

 


Alat Peraga Kampanye (APK) yang dibersihkan dalam rangka masa tenang kampanye Pemilu 2024 di Tana Toraja tidak langsung didaur ulang.


Komisioner KPU Tana Toraja bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Daniel Ta'dung, menyebut untuk saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.


“Saat ini belum ada komunikasi ke sana,” ujar Daniel saat dikonfirmasi Senin (12/2/2024).


Pembersihan APK ini telah dilakukan serentak pada hari pertama masa tenang kampanye, Minggu (11/2).


Masing-masing petugas partai politik (parpol). diharuskan membersihkan APK mereka yang tersebar di 19 kecamatan Tana Toraja.


Jika petugas parpol tidak mengindahkan , maka Satpol PP di bawah pengawasan KPU dan Bawaslu serta TNI/Polri, yang kemudian bergerak membersihkan APK tersebut.


Sebelumnya diberitakan, selain Satpol PP, warga Pantan, Makale, yang area rumahnya dipasangi APK turut membantu pembersihan.


Kendati tidak langsung didaur ulang, warga berencana memanfaatkan kayu dari baliho caleg untuk berbagai hal, di antaranya membuat kandang ayam.


“Itu bukan perintah dari KPU. Tapi kalau masyarakat ambil juga tidak diatur,” jelas Daniel.


“Intinya peserta pemilu tidak dapat menuntut pengembalian karena sesungguhnya pembersihan APK itu tugas peserta pemilu. Tapi karena peserta pemilu tidak bersihkan, makanya tim gabungan turun membersihkan,” lanjutnya.


Sementara itu, Kepala DLH Tana Toraja, Nirus NS Paluangan, membenarkan belum adanya kerjasama KPU dan pihaknya dalam mengelola sampah APK pemilu.


“Sejauh ini belum ada kerjasama untuk penanganan sampah APK pemilu di DLH,” ucap Nirus saat dikonfirmasi Minggu (11/2).

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)